Showing posts with label family. Show all posts
Showing posts with label family. Show all posts

Sunday, October 19, 2014

Anak

Beberapa dari kita sebagai orang tua terkadang sangatlah egois. Tak jarang saya berpikir, apa yang ada di pikiran anak anak ketika saya sedang marah? Mungkin tak ubahnya seperti monster yang membuat mereka ketakutan dan bisa sampai menangis.

Padahal yang dilakukan anak misalkan lupa memakai seat belt, dengan sadarkah kita bisa dengan garangnya , suara tinggi menyuruhnya menggunakan sabuk pengaman tersebut sambil menjelaskan panjang lebar. Apakah tidak sebaiknya kita mengatakan dengan suara lembut , sehingga hati anak menjadi tenang dan tidak ketakutan kepada ayah atau ibu kandungnya sendiri? " nak..bisakah kamu pakai sabuk pengamanmu? Sabuk pengaman berfungsi untuk melindungi badanmu ketika mobil yang ada diluaran ugal ugalan."
Atau mungkin ketika si anak tidak segera membereskan mainan yang sudah selesai dimainkannya. Saya, ya saya sering sekali teriak dari yang level suara rendah untuk menasehati sampai suara saya bisa tinggi ketika anak tidak mendengarkan. 
" rayhan , please clean up your toys..it's so messy here.." Sampai ke suara yang bernada tinggi " rayhaaaann!!! Do you listen to mama??!! Clean up your toys!!! Or I will throw all your toys to the trash!!"
Hmmm saya terkadang malu kalau sudah marah marah seperti itu, apalagi sampai membuatnya menangis. Biasanya saya akan minta maaf lalu menjelaskan apa alasan saya sampai seperti itu?

Saya tidak suka keributan, apalagi mendengar orang berbicara dengan suara lantang dan tinggi. Tapi saya menyadari, setelah saya memiliki anak lebih dari dua, sifat itu kain lama berubah tak halnya seperti gunung yang ingin memuntahkan lava di perutnya. Sampai ibu saya terkejut ketika beliau datang mengunjungi kami , selama satu bulan ibu dan bapak melihat karakter saya jauh dari sewaktu masih gadis. Ya iyalah kan dulu gak punya banyak pikiran, cuma senangnya hang out dengan teman, nonton, gak mikir duit! Hehe.. Kalau sekarang banyak yang dipikirkan, sampai memikirkan diri sendiri saja terkadang lupa! Sampai ibu saya bilang " kamu harus Percaya diri ketika melihat wanita di luar mungkin banyak yang cantik dan seksi, kamu jangan minder! Cantik dan seksi itu relatif tetapi cantik hati dan sexy jiwanya itu baru ok!" Hummmm.. Iya sih, mungkin banyak wanita di luar yang melebihi saya, tapi apa mereka bisa seperti saya? Begitu saja sih pola pikir saya hehe 

Jadi kembali ke awal tentang anak, sungguh saya sangat bersyukur bahwasanya Allah ta'ala memberikan saya rahim yg sehat sehingga bisa memberikan keturunan kepada suami saya. 
Dan sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

تَزَوَّجُوا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ فَإِنِّيْ مُكَاشِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ

“Nikahilah perempuan yang pecinta (yakni yang mencintai suaminya) dan yang dapat mempunyai anak banyak, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab (banyaknya) kamu di hadapan umat-umat (yang terdahulu)” [Shahih Riwayat Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Hibban dan Hakim dari jalan Ma’qil bin Yasar]

تَزَوَّجُوا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ فَإِنِّيْ مُكَاشِرٌ بِكُمُ اْلأَنْبِيَاءَ يَومَ الْقِيَامَةِ

“Nikahilah perempuan yang penyayang dan dapat mempunyai anak banyak karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab banyaknya kamu dihadapan para Nabi nanti pada hari kiamat” [Shahih Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban dan Sa’id bin Manshur dari jalan Anas bin Malik.
Tak banyak dari teman teman saya yang masih menunggu mendapatkan keturunan, di antara mereka sudah menikah dari yang 3 thn sampai 6 thn. Semoga Allah segera memberi kepercayaan kepada mereka dan memberikan ya rizki anak anak yang shalih dan shaliha  aamiin..

Saya adalah anak perempuan satu satunya di keluarga saya. Pernah pada suatu masa ketika masih remaja, saya ingin sekali memiliki adik atau kakak perempuan untuk bisa diajak bermain, bisa tukar pinjam baju, perhiasan dll. Maka ketika saya hamil, saya pernah berdoa untuk Allah memberikan saya anak perempuan . Dan Allah memberikan kami 3 anak perempuan ; Naomi , Kaysa dan Yumna. Keutamaan memiliki anak perempuan banyak disimpulkan dalam hadist seperti :

Al Imam Muslim rahimahullah membuat sebuah bab dalam kitab shahihnya dengan judul (باب فَضْلِ الإِحْسَانِ إِلَى الْبَنَاتِ) “Keutamaan Berbuat Baik kepada Anak-Anak Perempuan”. Beliau membawakan tiga hadits sebagai berikut :

Pertama. Hadits dari  ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, 

جَاءَتْنِى امْرَأَةٌ وَمَعَهَا ابْنَتَانِ لَهَا فَسَأَلَتْنِى فَلَمْ تَجِدْ عِنْدِى شَيْئًا غَيْرَ تَمْرَةٍ وَاحِدَةٍ فَأَعْطَيْتُهَا إِيَّاهَا فَأَخَذَتْهَا فَقَسَمَتْهَا بَيْنَ ابْنَتَيْهَا وَلَمْ تَأْكُلْ مِنْهَا شَيْئًا ثُمَّ قَامَتْ فَخَرَجَتْ وَابْنَتَاهَا فَدَخَلَ عَلَىَّ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- فَحَدَّثْتُهُ حَدِيثَهَا فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « مَنِ ابْتُلِىَ مِنَ الْبَنَاتِ بِشَىْءٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ »

“Ada seorang wanita yang datang menemuiku dengan membawa dua anak perempuannya. Dia meminta-minta kepadaku, namun aku tidak mempunyai apapun kecuali satu buah kurma. Lalu akau berikan sebuah kurma tersebut untuknya. Wanita itu menerima kurma tersebut dan membaginya menjadi dua untuk diberikan kepada kedua anaknya, sementara dia sendiri tidak ikut memakannya. Kemudian wanita itu bangkit dan keluar bersama anaknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dan aku ceritakan peristiwa tadi kepada beliau, maka Nabi shallallhu ‘alaii wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, kemudia dia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut akan menjadi penghalang dari siksa api neraka” (H.R Muslim 2629)

Kedua. Diriwayatkan juga dari ‘Aisyahradhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

جَاءَتْنِى مِسْكِينَةٌ تَحْمِلُ ابْنَتَيْنِ لَهَا فَأَطْعَمْتُهَا ثَلاَثَ تَمَرَاتٍ فَأَعْطَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا تَمْرَةً وَرَفَعَتْ إِلَى فِيهَا تَمْرَةً لِتَأْكُلَهَا فَاسْتَطْعَمَتْهَا ابْنَتَاهَا فَشَقَّتِ التَّمْرَةَ الَّتِى كَانَتْ تُرِيدُ أَنْ تَأْكُلَهَا بَيْنَهُمَا فَأَعْجَبَنِى شَأْنُهَا فَذَكَرْتُ الَّذِى صَنَعَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَوْجَبَ لَهَا بِهَا الْجَنَّةَ أَوْ أَعْتَقَهَا بِهَا مِنَ النَّارِ »

“Seorang wanita miskin datang kepadaku dengan membawa dua anak perempuannya, lalu  aku memberinya tiga buah kurma. Kemudian dia memberi untuk anaknya masing-masing satu buah kurma, dan satu kurma hendak dia masukkan ke mulutnya untuk dimakan sendiri. Namun kedua anaknya meminta kurma tersebut. Maka si ibu pun membagi dua kurma yang semula hendak dia makan untuk diberikan kepada kedua anaknya. Peristiwa itu membuatku takjub sehingga aku ceritakan perbuatan wanita tadi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, : Sesungguhnya Allah telah menetapkan baginya surga dan membebaskannya dari neraka” (H.R Muslim 2630)

Ketiga. Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata  bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, 

مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ وَضَمَّ أَصَابِعَهُ

Barangsiapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku” (Anas bin Malik berkata : Nabi menggabungkan jari-jari jemari beliau). (HR Muslim 2631)

Saya tahu si sulung Rayhan ingin sekali memiliki adik laki laki. Saya sendiri ingin juga memberinya adik laki laki, tapi tidak untuk sekarang. Saya ingin fokus membesarkan anak" terutama setelah melihat susahnya memiliki 2 balita, ya karena perbedaan Kaysa dan Yumna sangat dekat.. Ketika Kaysa berumur 8 bulan, saya hamil 1 bulan Yumna . Jadi saya seperti memiliki twins . Terkadang kasihan melihat Kaysa yang seharusnya masih mendapatkan perhatian lebih tetapi harus share dengan Yumna adiknya. Tetapi itu membuatnya lebih cepat dewasa, saya bisa lihat itu. Sabar ya nak.. Kecup Kaysa 😘 
Dan Rayhan , berdoa saja nak.. Mungkin Allah mengabulkan doamu untuk memberikanmu adik laki laki ketika kita nanti sudah di jepang, seperti yang kamu inginkan agar adik bisa lahir di jepang seperti ia lahir. " the girls were born in madinah, I was born in japan..and my little brother will be born in japan too like me! " dengan excited nya. Pernah saya menyeletuk " you have brothers too, there's Max, Kay, Ghozi,Sidi and Fath.." Dan dia menjawab " they are not my brothers ! I want a brother who comes from your belly like me and my sisters !" Hehe.. In shaa Allah ya nak..

Monday, January 17, 2011

My Stars

When I look at them,... I feel I am the happiest Mother in the world
When I see their sick,... I keep watching them on all of the time until they feel better
When they give me hugs and kisses,... that's the most precious moment in my life as a MOTHER
When I get angry and tired because of their naughtiness and actives children... it remind me of my childhood
I wish I can raise you all in the right path of Allah Ta'ala, with all of my love MY STARS..
You are the precious stars Allah gave me ...
You are the shines who cheer me up when I feel sad..
I LOVE YOU MY SON AND DAUGHTER
May Allah make you both pious Muslim and Muslima
May Allah keep giving you both more Imaan and Taqwa
May Allah always give you both happiness
May Allah protect you both from dajjal's fitnah and any shirk
May Allah give you the best health and rizq'

ameen...ameen..Allahumma ameen...

My beautiful first son a couple minutes after he was born
 
My beautiful daughter a couple minutes after she was born
  :::::My Stars:::::

Monday, January 3, 2011

Being Stay Home Mom or Working Mom/ Menjadi Ibu Rumahan atau Bekerja



Hari ini, sewaktu online di jejaring FB, saya memberikan komen di wall teman saya. Setelah comment saya muncul, ada comment dari temannya teman saya yg lain, isinya : "Comment nya kayak note -,-"
Hehe..apa dengan tulisan seperti itu saya langsung marah?oh tentu tidaaakk *copycat to sule* :p 
Mau tahu, apa sih sebenarnya sehingga meluncurlah comment dari saya yg bunyinya : "
klo gitu gak usah lah sis, buat apa dong jadi ibu dan istri?kami" disini tugasnya jg banyak,anak lebih dari 1, tapi mandiri..^-^ beginilah klo hidup di negri org,tp alhamdulillah sekali jadi berarti hidup ini..kalau pembantu diserahin semua ...sampai mengurus anak,masak dll..tugas mu diranjang doang dong?xixixi mantabs..tp klo eyke sih mmg ga mau,lebih baik berhenti dr kantor deh,,masak buat suami tercinta dgn menu kesukaannya,melayani sepulangnya suami dr luar, dgn dandan yg cantik,bau harum,service di ranjang yg memuaskan,klo masalah cuci baju,dah ada washing machine kan,gak perlu pake tangan,hhmm nikmat bener deh..spt ketika Fathima ra,mengeluh kepada ayahnya Rasulullah SAW,untuk memberinya seorang budak untuk membantunya didapur dan pekerjaan rumah lainnya,ttp Rasulullah menjawab...bersabarlah,bacalah takbir34 kali, tasbih 33 kali, dan tahmid 33 kali, insyaallah pekerjaan tdk akan memudharatkanmu :) semoga dimudahkan ya! "
Tidak lain tidak bukan tentang "pembantu rumah tangga". Padahal, baru saja sekitar seminggu yg lalu teman yg lain menulis di NOTES FB tentang "Negara Pembantu", ya..kebanyakan ,...most of people di negara saya, mempunyai pembantu itu seperti wajib hukumnya LOL.Entah kenapa, saya tidak tertarik, saya utuh ikhlas mengabdi untuk suami dan anak" saya. Jadi, inshAllah saya kesampingkan ego saya untuk kembali bekerja misalkan, atau mengeluh karena capeknya rutinitas pekerjaan rumah tangga.
Alhamdulillah, suami saya tidak mengharuskan saya untuk bekerja. Dia pernah mengatakan waktu itu kepada saya " kamu menikah bukan untuk saya jadikan tulang punggung saya, saya hanya ingin kamu menjadi ibu dari anak" saya yang mengajarinya dirumah, bukan untuk mencari uang,karena saya adalah kepala rumah tangga,jadi itu kewajiban saya membiayai kalian semua ". Memang, mungkin tidak semua kepala rumah tangga berpikiran seperti itu. Secara materi, alhamdulillah kami tidak menginginkan sesuatu yang "wah/ lux", suami pun seorang student. Tapi niat kami semua inshAllah karena ibadah dan sayangnya kepada keluarga. Alhamdulillah dan inshAllah Allah selalu memberikan nikmat Nya kepada kami semua amiiiinnn Ya Rabb ^_^
So, being stay home mommy? why not? dirumahpun , kita masih bisa bekerja (jikalau berkeinginan membantu suami atau ekonomi keluarga kurang). Apa saja sih yg bisa kita lakukan dirumah?hmm..banyak!banyaaakkk sekali!!! Saya yakin, kita semua mempunyai keahlian" yg beraneka ragam, seperti memasak, menjahit, mengajar, bisnis online etc. Tapikan, masak belajar jauh", dan meraih gelar sarjana tinggi hanya menjadi ibu RT?ngajar di rumah?buka bisnis online?atau membuat masakan; kue dll u/ dijual?menjahit, merajut u/ dijual? MashAllah..alhamdulillah sisters..semua itu sungguh nikmat loh ^-^. Ada kepuasan tersendiri, disaat menjahit pesanan baju seseorang misalnya, puaaasss deh hasilnya dinikmati orang lain, dan disukai pula..hmm Tabarakallah..
Tetapi, saya menghargai ibu" yg juga bekerja dan bisa mendidik anak"nya dengan benar. Serta menjadi istri yg soleha tentunya, kebanggan suami tercinta. Disini akan saya kutip cerita dari cerita islami 


★ MANDIKAN AQ BUNDA... ! ★



Dewi adalah sahabat-q, seorang mahasiswi yang berotak cemerlang dan memiliki idealisme yang tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas, meraih yang terbaik di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ”Why not to be the best… ?”, begitu ucapan yang kerap kali terdengar dari mulutnya, mengutip ucapan seorang mantan presiden Amerika.

Ketika kampus mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht-Belanda, Dewi termasuk salah satunya. Setelah menyelesaikan kuliahnya, Dewi mendapat pendamping hidup yang “selevel”, sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi. Tak lama berselang lahirlah Bayu, buah cinta mereka, anak pertamanya tersebut lahir ketika Dewi diangkat manjadi staf diplomat, bertepatan dengan suaminya meraih PhD. Maka lengkaplah sudah kebahagiaan mereka.

Ketika Bayu, berusia 6 bulan, kesibukan Dewi semakin menggila. Bak seekor burung garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain. Sebagai seorang sahabat setulusnya saya pernah bertanya padanya, “Tidakkah si Bayu masih terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal oleh ibundanya… ?” Dengan sigap Dewi menjawab, “Oh, aq sudah mengantisipasi segala sesuatunya dengan sempurna”. “Everything is OK! Don’t worry. Everything is under control koq… !” begitulah selalu ucapannya, penuh percaya diri.

Ucapannya itu memang betul-betul ia buktikan. Perawatan anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter termahal. Dewi tinggal mengontrol jadwal Bayu lewat telepon. Pada akhirnya Bayu tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas mandiri dan mudah mengerti.

Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang betapa hebatnya ibu-bapaknya. Tentang gelar Phd dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang berlimpah. “Contohlah ayah-bundamu Bayu, kalau Bayu besar nanti jadilah seperti Bunda”. Begitu selalu nenek Bayu, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.

Ketika Bayu berusia 5 tahun, neneknya menyampaikan kepada Dewi kalau Bayu minta seorang adik untuk bisa menjadi teman bermainnya di rumah apabila ia merasa kesepian. Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Dewi dan suaminya kembali meminta pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Bayu. Lagi-lagi bocah kecil inipun mau ”memahami” orangtuanya.

Dengan bangga Dewi mengatakan bahwa kamu memang anak hebat, buktinya, kata Dewi, kamu tak lagi merengek minta adik. Bayu, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek dan sangat mandiri. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek. Bahkan, tutur Dewi pada-q, Bayu selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Dewi sering memanggilnya malaikat kecilku.
Sungguh keluarga yang bahagia, piker-q. Meski kedua orangtuanya super sibuk, namun Bayu tetap tumbuh dengan penuh cinta dari orang tuanya. Diam-diam, saya jadi sangat iri pada keluarga ini.

Suatu hari, menjelang Dewi berangkat ke kantor, entah mengapa Bayu menolak dimandikan oleh baby sitternya. Bayu ingin pagi ini dimandikan oleh Bundanya,”Bunda aq ingin mandi sama bunda…please…please bunda”, pinta Bayu dengan mengiba-iba penuh harap.
Karuan saja Dewi, yang detik demi detik waktunya sangat diperhitungkan merasa gusar dengan permintaan anaknya. Ia dengan tegas menolak permintaan Bayu, sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Bayu agar mau mandi dengan baby sitternya. Lagi-lagi, Bayu dengan penuh pengertian mau menurutinya, meski wajahnya cemberut.

Peristiwa ini terus berulang sampai hampir sepekan. “Bunda, mandikan aq… !” Ayo dong bunda mandikan aq sekali ini saja… ?” kian lama suara Bayu semakin penuh tekanan. Tapi toh, Dewi dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Bayu sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Bayu bisa ditinggal juga dan mandi bersama Mbanya.

Sampai suatu sore, Dewi dikejutkan oleh telpon dari sang baby sitter, “Bu, hari ini Bayu panas tinggi dan kejang-kejang. Sekarang sedang di periksa di ruang emergency”. Ketika diberitahu soal Bayu, Dewi sedang meresmikan kantor barunya di Medan. Setelah tiba di Jakarta, Dewi langsung ngebut ke UGD. Tapi sayang…terlambat sudah…Allah sudah punya rencana lain. Bayu, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya. Terlihat Dewi mengalami shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah untuk memandikan putranya, setelah bebarapa hari lalu Bayu mulai menuntut ia untuk memandikannya, Dewi pernah berjanji pada anaknya untuk suatu saat memandikannya sendiri jika ia tidak sedang ada urusan yang sangat penting. Dan siang itu, janji Dewi akhirnya terpenuhi juga, meskipun setelah tubuh si kecil terbujur kaku.

Ditengah para tetangga yang sedang melayat, terdengar suara Dewi dengan nada yang bergetar berkata, “Ini Bunda Nak….hari ini Bunda mandikan Bayu yaa…sayang… ! akhirnya Bunda penuhi juga janji Bunda ya Nak..”. Lalu segera saja satu demi satu orang-orang yang melayat dan berada di dekatnya tersebut berusaha untuk menyingkir dari sampingnya, sambil tak kuasa untuk menahan tangis mereka.

Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, para pengiring jenazah masih berdiri mematung di sisi pusara sang Malaikat Kecil. Berkali-kali Dewi, sahabatku yang tegar itu, berkata kepada rekan-rekan disekitanya, “Inikan sudah takdir, yaa kan… !” Sama saja, aq di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya di panggil, ya dia pergi juga, iya kan… ?”

Saya yang saat itu tepat berada di sampingnya diam saja. Seolah-olah Dewi tak merasa berduka dengan kepergian anaknya dan sepertinya ia juga tidak perlu hiburan dari orang lain. Sementara di sebelah kanannya, suaminya berdiri mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pucat pasi dengan bibir bergetar tak kuasa menahan air mata yang mulai meleleh membasahi pipinya. Sambil menatap pusara anaknya, terdengar lagi suara Dewi berujar, “Inilah konsekuensi sebuah pilihan… !” lanjut Dewi, tetap mencoba untuk tegar dan kuat.

Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja yang menusuk hidung hingga ke tulang sumsum. Tak lama setelah itu tanpa diduga-duga tiba-tiba saja Dewi jatuh berlutut, lalu membantingkan dirinya ke tanah tepat di atas pusara anaknya sambil berteriak-teriak histeris. “Bayu maafkan Bunda yaa sayaang… !, ampuni bundamu yaa nak… ?”, serunya berulang-ulang sambil membenturkan kepalanya ketanah, dan segera terdengar tangis yang meledak-ledak dengan penuh berurai air mata membanjiri tanah pusara putra tercintanya yang kini telah pergi untuk selama-lamanya.

Sepanjang saya mengenalnya, rasanya baru kali ini saya menyaksikan Dewi menangis dengan histeris seperti ini. Lalu terdengar lagi Dewi berteriak-teriak histeris, “Bangunlah Bayu sayaaang-q….bangun Bayu cinta-q, ayo bangun nak… !”, pintanya berulang-ulang, “Bunda mau mandikan kamu sayang….tolong beri kesempatan Bunda sekali saja Nak….sekali ini saja, Bayu..anak-q… ?” Dewi merintih mengiba-iba sambil kembali membenturkan kepalanya berkali-kali ke tanah lalu ia peluki dan ciumi pusara anaknya bak orang yang sudah hilang ingatan. Air matanya mengalir semakin deras membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Bayu.

Senja semakin senyap, aroma bunga kamboja semakin tercium kuat menusuk hidung membuat seluruh bulu kuduk kami berdiri menyaksikan peristiwa yang menyayat hati ini…tapi apa hendak di kata, nasi sudah menjadi bubur. Bayu tidak pernah mengetahui bagaimana rasanya dimandikan oleh orang tuanya karena mereka merasa bahwa banyak hal yang jauh lebih penting daripada hanya sekedar memandikan seorang anak.

●●● Sumber : Cerita Islami ●●● 

Friday, December 31, 2010

Potty Training, Graduate BreastMilk and Independent Child!Yes he's DONE!!



My first son, he just turned 4 years old on October 2010. It was amazing to have him potty trained when he was 2 years old. It started when we just had vacation on 2008. That time, we had vacay to US, and Japan. But on the way to japan, i have my transit to Kuala Lumpur-Malaysia. My husband went to Japan first by Saudi Airlines, because he had his ticket from the university. We were trying to get the same flight, but we weren't lucky, it was sooo much expensive than hubby's ticket. So I told him to get another flight who can take me and my first son to Japan ( my daughter wasn't born ). So I decided to have Malaysia Airlines, hubby actually got India Air..but I dissagree since we must transit more than 10 hours in India which I don't even have any friends or relatives there. So i said Malaysia Air is perfect, I have some friends who live there, and so I can tell them to pick me up at the airport, have some tea or even meet for the transit time. Even though I had a hotel, it's included the flight ticket..I decided to contact one of my friend that I have never even meet her actually that time LOL. But I believed she is a good muslima sister. I mailed her about my transit to KL-Malaysia, and she was excited to meet me too. Her name is Umm Fathima, she is very beautiful and smart sister mashAllah.
Well..since Malaysia and Indonesia takes only 1 and 1/2  hours by airplane, so I told my husband , My son and I will might go to visit my family when I have transit to Malaysia, and he aggreed. We only spent 4 days in Jakarta- Indonesia. Of course my mom was mad, 4 days?!only???!!hehe sorry Mom, I couldn't leave my husband alone in the desert country by himself ^-^.
During my visit to Indonesia, My Mom told me to try to potty train my son. I said, NO!!I'm not ready!!But she kept forcing me, and she did it to my son.She told me to let him without diaper, let him pee all over the room, then he will recognize how's bad and don't feel good to pee in the pants. Right after i came back from the vacation, I tried to do potty for him again, and I also tell him to quit the breastmilk. He was grumpy, always ask for breastmilk , couldn't sleep etc. Alhamdulillah it was in Ramadhan, so he mostly sleeps in the day time and awake during night time. We were fine, my husband used to take him driving around to make him sleep. Alhamdulillah he took less than 1 month to quit wearing diapers and graduates breastmilk!both were in the same time!! We bought him formula milk, but he refused to drink it and threw it away!so I changed it with juice..he loves better than formula milk. He never likes vanila milk till now, just about 2 months ago, he started to drink chocolates milk PR*DI****E. He won't drink milk except chocolates! just like his MOM!lol..and he loves juice sooo much!!
So, my son..he is done with diaper and graduated from breastmilk, 1 week before he turns 2 years old!!*HAPPY!!!* And since 3 days ago, I thought him how to clean his butt after he finish from his poopy. Now, he is able to do it by himself..alhamdulillah. He is such a good listener and practicer!^-^
When I take them to masjid An Nabawi for salat, he also helps me watching his sister.Aww Boy!!I'm proud of YOU!!!Mommy Loves You!!