Monday, November 3, 2014
Love You my Husband
Monday, October 20, 2014
Supporting bra for exercise and pasta maker
Sunday, October 19, 2014
Anak
ุชَุฒََّูุฌُูุง ุงَْููุฏُْูุฏَ ุงَُْْููููุฏَ َูุฅِِّْูู ู َُูุงุดِุฑٌ ุจُِูู ُ ุงูุฃُู َู َ
“Nikahilah perempuan yang pecinta (yakni yang mencintai suaminya) dan yang dapat mempunyai anak banyak, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab (banyaknya) kamu di hadapan umat-umat (yang terdahulu)” [Shahih Riwayat Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Hibban dan Hakim dari jalan Ma’qil bin Yasar]
ุชَุฒََّูุฌُูุง ุงَْููุฏُْูุฏَ ุงَُْْููููุฏَ َูุฅِِّْูู ู َُูุงุดِุฑٌ ุจُِูู ُ ุงْูุฃَْูุจَِูุงุกَ َููู َ ุงَِْูููุงู َุฉِ
“Nikahilah perempuan yang penyayang dan dapat mempunyai anak banyak karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab banyaknya kamu dihadapan para Nabi nanti pada hari kiamat” [Shahih Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban dan Sa’id bin Manshur dari jalan Anas bin Malik.
Al Imam Muslim rahimahullah membuat sebuah bab dalam kitab shahihnya dengan judul (ุจุงุจ َูุถِْู ุงูุฅِุญْุณَุงِู ุฅَِูู ุงْูุจََูุงุชِ) “Keutamaan Berbuat Baik kepada Anak-Anak Perempuan”. Beliau membawakan tiga hadits sebagai berikut :
Pertama. Hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,
ุฌَุงุกَุชِْูู ุงู ْุฑَุฃَุฉٌ َูู َุนََูุง ุงุจَْูุชَุงِู ََููุง َูุณَุฃََูุชِْูู ََููู ْ ุชَุฌِุฏْ ุนِْูุฏِู ุดَْูุฆًุง ุบَْูุฑَ ุชَู ْุฑَุฉٍ َูุงุญِุฏَุฉٍ َูุฃَุนْุทَْูุชَُูุง ุฅَِّูุงَูุง َูุฃَุฎَุฐَุชَْูุง ََููุณَู َุชَْูุง ุจََْูู ุงุจَْูุชََْููุง ََููู ْ ุชَุฃُْْูู ู َِْููุง ุดَْูุฆًุง ุซُู َّ َูุงู َุชْ َูุฎَุฑَุฌَุชْ َูุงุจَْูุชَุงَูุง َูุฏَุฎََู ุนَََّูู ุงَّููุจُِّู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - َูุญَุฏَّุซْุชُُู ุญَุฏِูุซََูุง ََููุงَู ุงَّููุจُِّู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - « ู َِู ุงุจْุชَُِูู ู َِู ุงْูุจََูุงุชِ ุจِุดَْูุกٍ َูุฃَุญْุณََู ุฅََِِّْูููู َُّูู َُูู ุณِุชْุฑًุง ู َِู ุงَّููุงุฑِ »
“Ada seorang wanita yang datang menemuiku dengan membawa dua anak perempuannya. Dia meminta-minta kepadaku, namun aku tidak mempunyai apapun kecuali satu buah kurma. Lalu akau berikan sebuah kurma tersebut untuknya. Wanita itu menerima kurma tersebut dan membaginya menjadi dua untuk diberikan kepada kedua anaknya, sementara dia sendiri tidak ikut memakannya. Kemudian wanita itu bangkit dan keluar bersama anaknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dan aku ceritakan peristiwa tadi kepada beliau, maka Nabi shallallhu ‘alaii wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, kemudia dia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut akan menjadi penghalang dari siksa api neraka” (H.R Muslim 2629)
Kedua. Diriwayatkan juga dari ‘Aisyahradhiyallahu ‘anha, beliau berkata,
ุฌَุงุกَุชِْูู ู ِุณَِْูููุฉٌ ุชَุญْู ُِู ุงุจَْูุชَِْูู ََููุง َูุฃَุทْุนَู ْุชَُูุง ุซَูุงَุซَ ุชَู َุฑَุงุชٍ َูุฃَุนْุทَุชْ َُّูู َูุงุญِุฏَุฉٍ ู ُِْููู َุง ุชَู ْุฑَุฉً َูุฑََูุนَุชْ ุฅَِูู َِูููุง ุชَู ْุฑَุฉً ِูุชَุฃََُْูููุง َูุงุณْุชَุทْุนَู َุชَْูุง ุงุจَْูุชَุงَูุง َูุดََّูุชِ ุงูุชَّู ْุฑَุฉَ ุงَّูุชِู َูุงَูุชْ ุชُุฑِูุฏُ ุฃَْู ุชَุฃََُْูููุง ุจََُْูููู َุง َูุฃَุนْุฌَุจَِูู ุดَุฃَُْููุง َูุฐََูุฑْุชُ ุงَّูุฐِู ุตََูุนَุชْ ِูุฑَุณُِูู ุงَِّููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ََููุงَู « ุฅَِّู ุงََّููู َูุฏْ ุฃَْูุฌَุจَ ََููุง ุจَِูุง ุงْูุฌََّูุฉَ ุฃَْู ุฃَุนْุชَََููุง ุจَِูุง ู َِู ุงَّููุงุฑِ »
“Seorang wanita miskin datang kepadaku dengan membawa dua anak perempuannya, lalu aku memberinya tiga buah kurma. Kemudian dia memberi untuk anaknya masing-masing satu buah kurma, dan satu kurma hendak dia masukkan ke mulutnya untuk dimakan sendiri. Namun kedua anaknya meminta kurma tersebut. Maka si ibu pun membagi dua kurma yang semula hendak dia makan untuk diberikan kepada kedua anaknya. Peristiwa itu membuatku takjub sehingga aku ceritakan perbuatan wanita tadi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, : Sesungguhnya Allah telah menetapkan baginya surga dan membebaskannya dari neraka” (H.R Muslim 2630)
Ketiga. Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
ู َْู ุนَุงَู ุฌَุงุฑَِูุชَِْูู ุญَุชَّู ุชَุจُْูุบَุง ุฌَุงุกَ َْููู َ ุงَِْูููุงู َุฉِ ุฃََูุง ََُููู َูุถَู َّ ุฃَุตَุงุจِุนَُู
“Barangsiapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku” (Anas bin Malik berkata : Nabi menggabungkan jari-jari jemari beliau). (HR Muslim 2631)
Thursday, October 16, 2014
Welcome back me!!
Sunday, August 14, 2011
Ramadan Pertamaku di Negeri Paman Sam
Tahun ini merupakan tahun pertamaku berpuasa dan inshAllah berlebaran di USA, kurang maknyoss menurutku. Salat tarawehnya hanya berjamaah antara aku dan suami saja, karena jarak antara rumah dengan masjid yang cukup jauh dan suami mengalami masalah dengan driver licensenya sehingga tidak bisa menyetir mobil untuk sementara. Aaah kangen sekali pergi ke Masjid Nabawi, mendengarkan suara merdu sang muadzin, berjamaah melakukan salat wajib dan taraweeh tanpa mengenal satu sama lain tetapi memiliki satu tujuan yaitu Lillahi Ta'ala ^^ MashAllah indahnyaaaaaa...
Sebelum datang ke USA, kami transit dahulu di Turki dan tinggal beberapa hari di hotel. Turki udaranya sangat pas dan cocok untuk kedua buah hatiku yang memiliki masalah dengan eczima. Selama di Turki, terutama Naomi kulitnya kembali normal dan tidak garuk-garuk lagi. Cuacanya enak, adem karena dekat dengan laut. Bagi kami yang datang dari Saudi, untuk masalah harga makanan di Turki bisa dibilang mahal, tetapi kalau datangnya dari Jepang atau USA harga makanan di Turki tidak akan mengagetkan karena hampir sama dengan harga makanan di Tokyo menurut saya dan suami.
Tujuan datang ke USA selain berlibur yaitu untuk mengunjungi keluarga suami terutama Ayah dan Ibu mertua serta adik-adik suami yang berdomisili di USA. Terlihat keceriaan suami saat melihat sang adik perempuan yang paling muda menjemput kami di airport. Dan membludaklah rasa kangen suamiku terhadap Ibunya ketika melihatnya berada di airport juga ^^. Rayhan yang saat itu tidur terlelap pun kaget karena di bangunkan paksa olehku untuk melihat siapa yang ada di hadapannya? dengan malu-malu dan memelukku Rayhan mengatakan " I wanna go to America mama!" katanya, lalu kujawab " yes you are in America now, look who is in front of you? It's grandma and aunt Lisa right?" kataku. Akhirnya Rayhan pun ceria seperti baru mendapatkan hadiah yang Ia mau.
Thursday, May 5, 2011
EM's Abaya Collections Site
So, ini adalah link khusus untuk EM's Abaya Collections. Selain Wordpress.com bisa juga ke FB fan page nya. Happy Shopping!^-^
http://emabayacollections.wordpress.com/
http://www.facebook.com/pages/EMs-Abaya-Collections/121221754620391
Saturday, April 16, 2011
Me..
That was time I just recognized that Iam only a piece of Allah's creations. How much I did a mistake to my parents,my husband,my kids,my family?
And so many thing were in my head, why woman must ask to much for her mahr? why man must follow their desire to have wives more than one when they get rich? why do we have to show up everything to other people to get attention? La hawla wala quwwata ila bilah..may Allah protect me from any harm ameen.
Today, I told my son..he was asking me to get him a scooter. I said, you have to memorizing another surah (chapter) from the Quran first.So,he started to recited and memorized surah An Nas,since he memorized surah Al fatiha and Al Ikhlas,alhamdulillah. I know it takes time to teach little kids Allah's book, but inshAllah he can make it ameen.
Friday, April 8, 2011
Saudi Abaya
Adults Abaya
Wanna get some beautiful,adorable and comfortable abaya?Join my fan page Online shop ! Located at Madinah al Munawarah.
Little Girls Abaya
http://www.facebook.com/pages/Ellas-Muslima-Collections/121221754620391
Untuk daerah Indonesia,bisa memesan dengan cara satuan atau grosiran.Untuk lebih jelasnya, klik fan page diatas.Happy Shopping!!!
Saturday, March 5, 2011
Online Seller & Restaurant
Since my friend asked me to join her with her bussiness. I'm thinking..maybe if I could have online store for Abayas,and some stuffs that made from Saudi Arabia. From the profit i get inshAllah and from teaching, I can save some money and collect them, bring it back to Japan!^-^ Get the money from own is much better than ask money from someone. Unless,you have rich family :P. But it depend on people character and their choice.
Then..I can start to get some kitchen tools etc. from here.Since it's gonna be expensive to get it from Japan.And one of my friend let me to bring the kitchen and table serve things to her house,and she will keep it for me until my husband graduates and we go back to Japan. The foods will not gonna be only Indonesian dishes, but I would like to mixing all the halal dishes inshAllah!
OOOOOOOOOOhhhhh today I was dreaming too much!LOL
Thursday, February 24, 2011
Indonesian???
Bukan itu saja, sewaktu saya melahirkan putri saya, mereka juga sangat rasis sekali. Bukan dari dokternya, malah lebih ke nursesnya yang mereka berasal dari Filiphines. Kebetulan, saya melahirkan di Rumah Sakit swasta yang cukup mahal dan bagus fasilitasnya. Bukan karena sok dan gaya-gayaan..tetapi suami saya lebih prefer mendapatkan fasilitas yg terbaik buat saya dan anak saya. Jadi, semenjak 5 bln usia kehamilan, saya ganti rumah sakit karena berbagai macam alasan.
Well..saya tetap proud and loved to be Indonesian. Where ever my husband's from, and where we are living now! I still keeping to teach my children to speak Bahasa Indonesia. And yes, I'm proud of my kiddos, they could understand and speak Bahasa Indonesia good enough for their ages.
Dimanapun saya..saya akan tetap selalu mengatakan bahwa saya adalah asli Indonesia. Saya ingin mereka bisa melihat dan menghargai lebih menghargai lagi warga negara Indonesia! Hidup Indonesiaaaaa!!^^
Wednesday, January 26, 2011
Ayam Bakar Pedas Bersantan ( Spicy Coconuts milk Chicken barbeque )
Here is the recipe for Ayam Bakar :
***AYAM BAKAR PEDAS BERSANTAN***
Inggredients :
:: 1/2 of whole chicken
:: lemon / vinegar to let the bad smells gone
:: salam leaf/ bay leaf
:: lemon leaf
:: coconuts milk
:: fry oil to saute the spices
spices that need to blend :
:: 3-5 of fresh red chillies
:: 5 pieces shallots
:: 3-4 pieces of garlic
:: 5-7 cm ginger
:: 1/2 tsp turmeric powder
:: 1 tsp corriander powder
how to make :
1. Cut the chicken as like as you want, wash it and marinate with lemon juice or vinegar for about 10 min,and then wash it again and drain them
2. Saute the spice that already blended, put salam leaf,and lemon leaf and salt to taste and stir well, cook until it smells good and the color has change in to darker color
3. Put the chicken, stir and cook with low heat fire, when the water come out from the chicken, put the coconuts milk and still cook it in the low heat fire.
4. Cook the chicken until it become tender and the juices reduce from the meat
5. Grill the chicken and serve with white rice, cucumber and salada and chilly paste.
Lovely Shrimp Croquettes ( Japanese shrimp koroke)
Then..day by day I started to learn the other japanese dishes from my dad in law. He was my first teacher actually who taught me some Japanese foods. I remember too, when we just have first baby, my dad and mom in law came to visit us to Japan from US, and during their visit days, he was the one who cooked breakfast,lunch and dinner for us. I was soo embarassed , because i tought they were guests in our house,so ,I'm suppoused to serve them. But he told me,in Japan there's a culture that sometimes, parents or in law stay with their children who just have a new born baby to help them at least for a week such as cooking or cleaning the house. Hmm..I'm so glad I have them as my In law.
Okay,..so here's the recipe fro shrimp croquette, you change the shrimp with ground beef or chicken as you like to have them in your croquette.Enjoy!!
***SHRIMP CROQUETTES***
Inggredients:
:: boiled potatoes
:: boied eggs
:: fresh shrimp (chopped or blended)
:: cream cheese
:: chopped onion
:: salt and pepper to taste
:: frying oil
:: butter
For the batter:
:: panko or bread crumbs
:: all purpose flour
:: beaten eggs
How to make :
1. Smash the boiled potatoes, saute chopped onion with butter,when it turns to light brown,put the ground shrimp,stir well until become tender and the color has change.
2. Put the boiled eggs which already chopped, sautted shrimp and onion,and mix them as well,put some salt and pepper to taste then put some cream cheese and mix it again
3. Make the shape of croquettes as like as you wish
4. Firstly after all are finished to be shapes, put one by one in to the flour,then beaten eggs and bread crumbs. Do it step by step.
5. Fry the croquettes in to hot fry oil until the color has turn to golden brown
6. Serve with barbeque sauce or ketchup or mayyonaise,and garnish with thinly sliced cabbage and cherry tomatoes
Saturday, January 22, 2011
chicken satay ( sate ayam )
Ingredients:
* chicken fillet
* shallots
* garlic
* salt
* sweet soy sauce
* bamboo skewer
::::: cut the chicken in to a small pieces. Blend shallots and garlic together,mix it with the chicken. Marinate them and leave it for 30 min or 1 hour in the fridge. When it is done, put the chicken pieces in to skewers. Grill the chicken in to half done,and basting with sweet soy sauce then..grill them back till all the meats mature.:::::
For sauce :
* carnel peanuts
* red chillies
* garlic
* lemon leaf (chopped)
* sweet soy sauce
* warm water
* vegetables oil to fry the peanuts
::::: Fry the peanuts, until it becoming brown. Then, leave it til cold. When the peanuts became cold, put them in to a blender with chillies,and garlic. Blend them to be peanuts paste,or if it's hard for you to find carnel peanuts, you can use peanut butter and mixed them with chillies and garlic which already fried. Put it in the bowl,mix it with lemon leaves,water and sweet soy sauce. You can add a pinch of salt if you desired. Pour on to skewered chicken ( chicken satay ). You can eat them with white rice or rice cake ( lontong ):::::
Friday, January 21, 2011
Agedashi Tofu
* Tofu
* corn flour
* grated radish
* grated ginger
* sliced thin string onion
* a pinch of red chilly powder
::::: Cut the tofu as like as you want, wipe them with kitchen towel to reduce the water. And then,.. put it in the bowl of corn flour, and fry in the high level of fire til it become golden brown :::::
how to make sauce :
* water
* brown / white sugar
* soy sauce
* granulated dashi (fish stock)
::::: Mix all the inggredients together and cook in the low heat, stir gently until it become boil, pour in to the bowl and let it cool or you can keep it in the fridge :::::
Monday, January 17, 2011
Klepon Dengan Kelapa Parut Kering (instant)
Hmm..setelah mencoba membuat "Dango" japanese sweet glutinous rice, sisa tepung ketan akhirnya kubuat klepon saja. Bagi Ibu-ibu yang tinggal jauh dari kampung halaman seperti saya, susah menemukan buah kelapa yang segar buat diparut. Hmm parutannya juga gak punya ding hehe..
Tapi pasti ibu-ibu mudah mencari kelapa parut yg kering, yang sudah di packed dan dikeringkan.
Kalau menemukan jenis kelapa seperti itu, jangan khawatir..karena cara pemakaiannya mudah kok.
Mau itu di buat urap, isi dadar gulung, buat klepon atau apapun yang membutuhkan kelapa parut..cukup memberinya sedikit air panas,lalu dikukus. Hasilnya?taraaaa...sama seperti kelapa parut made in pasar ^-^ Niiiihh..saya buat klepon pakai kelapa parut jenis tersebut loh. Suami saya juga suka..rasa klepon juga sedikit mirip mochi. Jadi suami tercintaku suka deh hehe..alhamdulillah..
My Stars
When I see their sick,... I keep watching them on all of the time until they feel better
When they give me hugs and kisses,... that's the most precious moment in my life as a MOTHER
When I get angry and tired because of their naughtiness and actives children... it remind me of my childhood
I wish I can raise you all in the right path of Allah Ta'ala, with all of my love MY STARS..
You are the precious stars Allah gave me ...
You are the shines who cheer me up when I feel sad..
I LOVE YOU MY SON AND DAUGHTER
May Allah make you both pious Muslim and Muslima
May Allah keep giving you both more Imaan and Taqwa
May Allah always give you both happiness
May Allah protect you both from dajjal's fitnah and any shirk
May Allah give you the best health and rizq'
ameen...ameen..Allahumma ameen...
My beautiful first son a couple minutes after he was born
My beautiful daughter a couple minutes after she was born
:::::My Stars:::::
Sunday, January 9, 2011
Journal Unpublish
Sempat beberapa kali upload foto",jg tidak bisa langsung seperti biasa. Bisa juga karena saya upload dari picasa album *doh*. Sekarang, saya mencoba posting tentang masalah ini. Saya mau coba apa akan muncul di layar depan atau tidak? Jikalau tidak, berarti karena postingan sebenlumnya saya upload fotonya karena dari picasa album?hmm * pusing* BISMILLAH *sambil berdoa semoga postingannya muncul*
Ebi Furai aka Udang Goreng Tepung Roti
Hmm membuatnya..gampang sekali, untuk membuat ebi furai ini, menggunakan tepung roti jenis putih. Biasa disebut panko dijepang. Bisa dimakan dengan saus tomat,saus sambal atau bbq sauce. Tapi kali ini , saya membuatnya dengan sauce tartar. Sauce tartarnya bisa dibuat sendiri loh, bahan untuk saus tartar yaitu ; telur rebus, cucumber pickles, onion, garam, parseley, mayonese, air jeruk nipis.
Sedangkan bahan untuk ebi furai yaitu ; udang besar, tp terigu,telur, panko dan minyak goreng untuk menggoreng. Gampang kan?^-^
Saturday, January 8, 2011
Gyudon Halalan Toyyiban ^-^
Bahan :
*200 gram daging sapi iris tipis
* 50 mlsoy sauce/ kecap jepang/kecap asin
* 1 sdm dashi
* 1sdmgula pasir
* 1 sdt jahe parut
* 1 sdt daun bawang,iris halus
* onsen no tamago
* 1 buah bawang bombay/onion
* air untuk merebus
Cara Membuat :
1. Rebus air untuk merebus daging,setelah air mendidih, masukan daging yg sudah diiris tipis.Rebus kurleb 5 menit saja.angkat dan tiriskan
2. Masak soy sauce,dan gula,beri 3 sdm air. Masak hingga mendidih,lalu masukkan daging yg sudah direbus setengah matang tadi
3. Masukkan dashi,dan tambah airnya sebanyak 300 ml,masak hingga daging lunak
4. Masukkan jahe parut,aduk" lalu masukkan bawang bombay yg sudah diiris melintang,tutup dan masak kembali kurleb 20 mnt
5. Setelah semua tercampur, bawang bombay menjadi layu,dan harum,serta airnya menyusut,matikan api,lalu sajikan diatas nasi panas.Sajikan dengan onsen tamago apabila suka *tidak harus*, irisan daun bawang .
Monday, January 3, 2011
Being Stay Home Mom or Working Mom/ Menjadi Ibu Rumahan atau Bekerja
Hari ini, sewaktu online di jejaring FB, saya memberikan komen di wall teman saya. Setelah comment saya muncul, ada comment dari temannya teman saya yg lain, isinya : "Comment nya kayak note -,-"
Hehe..apa dengan tulisan seperti itu saya langsung marah?oh tentu tidaaakk *copycat to sule* :p
Mau tahu, apa sih sebenarnya sehingga meluncurlah comment dari saya yg bunyinya : "
★ MANDIKAN AQ BUNDA... ! ★
Dewi adalah sahabat-q, seorang mahasiswi yang berotak cemerlang dan memiliki idealisme yang tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas, meraih yang terbaik di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ”Why not to be the best… ?”, begitu ucapan yang kerap kali terdengar dari mulutnya, mengutip ucapan seorang mantan presiden Amerika.
Ketika kampus mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht-Belanda, Dewi termasuk salah satunya. Setelah menyelesaikan kuliahnya, Dewi mendapat pendamping hidup yang “selevel”, sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi. Tak lama berselang lahirlah Bayu, buah cinta mereka, anak pertamanya tersebut lahir ketika Dewi diangkat manjadi staf diplomat, bertepatan dengan suaminya meraih PhD. Maka lengkaplah sudah kebahagiaan mereka.
Ketika Bayu, berusia 6 bulan, kesibukan Dewi semakin menggila. Bak seekor burung garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain. Sebagai seorang sahabat setulusnya saya pernah bertanya padanya, “Tidakkah si Bayu masih terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal oleh ibundanya… ?” Dengan sigap Dewi menjawab, “Oh, aq sudah mengantisipasi segala sesuatunya dengan sempurna”. “Everything is OK! Don’t worry. Everything is under control koq… !” begitulah selalu ucapannya, penuh percaya diri.
Ucapannya itu memang betul-betul ia buktikan. Perawatan anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter termahal. Dewi tinggal mengontrol jadwal Bayu lewat telepon. Pada akhirnya Bayu tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas mandiri dan mudah mengerti.
Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang betapa hebatnya ibu-bapaknya. Tentang gelar Phd dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang berlimpah. “Contohlah ayah-bundamu Bayu, kalau Bayu besar nanti jadilah seperti Bunda”. Begitu selalu nenek Bayu, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.
Ketika Bayu berusia 5 tahun, neneknya menyampaikan kepada Dewi kalau Bayu minta seorang adik untuk bisa menjadi teman bermainnya di rumah apabila ia merasa kesepian. Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Dewi dan suaminya kembali meminta pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Bayu. Lagi-lagi bocah kecil inipun mau ”memahami” orangtuanya.
Dengan bangga Dewi mengatakan bahwa kamu memang anak hebat, buktinya, kata Dewi, kamu tak lagi merengek minta adik. Bayu, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek dan sangat mandiri. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek. Bahkan, tutur Dewi pada-q, Bayu selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Dewi sering memanggilnya malaikat kecilku.
Sungguh keluarga yang bahagia, piker-q. Meski kedua orangtuanya super sibuk, namun Bayu tetap tumbuh dengan penuh cinta dari orang tuanya. Diam-diam, saya jadi sangat iri pada keluarga ini.
Suatu hari, menjelang Dewi berangkat ke kantor, entah mengapa Bayu menolak dimandikan oleh baby sitternya. Bayu ingin pagi ini dimandikan oleh Bundanya,”Bunda aq ingin mandi sama bunda…please…please bunda”, pinta Bayu dengan mengiba-iba penuh harap.
Karuan saja Dewi, yang detik demi detik waktunya sangat diperhitungkan merasa gusar dengan permintaan anaknya. Ia dengan tegas menolak permintaan Bayu, sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Bayu agar mau mandi dengan baby sitternya. Lagi-lagi, Bayu dengan penuh pengertian mau menurutinya, meski wajahnya cemberut.
Peristiwa ini terus berulang sampai hampir sepekan. “Bunda, mandikan aq… !” Ayo dong bunda mandikan aq sekali ini saja… ?” kian lama suara Bayu semakin penuh tekanan. Tapi toh, Dewi dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Bayu sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Bayu bisa ditinggal juga dan mandi bersama Mbanya.
Sampai suatu sore, Dewi dikejutkan oleh telpon dari sang baby sitter, “Bu, hari ini Bayu panas tinggi dan kejang-kejang. Sekarang sedang di periksa di ruang emergency”. Ketika diberitahu soal Bayu, Dewi sedang meresmikan kantor barunya di Medan. Setelah tiba di Jakarta, Dewi langsung ngebut ke UGD. Tapi sayang…terlambat sudah…Allah sudah punya rencana lain. Bayu, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya. Terlihat Dewi mengalami shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah untuk memandikan putranya, setelah bebarapa hari lalu Bayu mulai menuntut ia untuk memandikannya, Dewi pernah berjanji pada anaknya untuk suatu saat memandikannya sendiri jika ia tidak sedang ada urusan yang sangat penting. Dan siang itu, janji Dewi akhirnya terpenuhi juga, meskipun setelah tubuh si kecil terbujur kaku.
Ditengah para tetangga yang sedang melayat, terdengar suara Dewi dengan nada yang bergetar berkata, “Ini Bunda Nak….hari ini Bunda mandikan Bayu yaa…sayang… ! akhirnya Bunda penuhi juga janji Bunda ya Nak..”. Lalu segera saja satu demi satu orang-orang yang melayat dan berada di dekatnya tersebut berusaha untuk menyingkir dari sampingnya, sambil tak kuasa untuk menahan tangis mereka.
Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, para pengiring jenazah masih berdiri mematung di sisi pusara sang Malaikat Kecil. Berkali-kali Dewi, sahabatku yang tegar itu, berkata kepada rekan-rekan disekitanya, “Inikan sudah takdir, yaa kan… !” Sama saja, aq di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya di panggil, ya dia pergi juga, iya kan… ?”
Saya yang saat itu tepat berada di sampingnya diam saja. Seolah-olah Dewi tak merasa berduka dengan kepergian anaknya dan sepertinya ia juga tidak perlu hiburan dari orang lain. Sementara di sebelah kanannya, suaminya berdiri mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pucat pasi dengan bibir bergetar tak kuasa menahan air mata yang mulai meleleh membasahi pipinya. Sambil menatap pusara anaknya, terdengar lagi suara Dewi berujar, “Inilah konsekuensi sebuah pilihan… !” lanjut Dewi, tetap mencoba untuk tegar dan kuat.
Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja yang menusuk hidung hingga ke tulang sumsum. Tak lama setelah itu tanpa diduga-duga tiba-tiba saja Dewi jatuh berlutut, lalu membantingkan dirinya ke tanah tepat di atas pusara anaknya sambil berteriak-teriak histeris. “Bayu maafkan Bunda yaa sayaang… !, ampuni bundamu yaa nak… ?”, serunya berulang-ulang sambil membenturkan kepalanya ketanah, dan segera terdengar tangis yang meledak-ledak dengan penuh berurai air mata membanjiri tanah pusara putra tercintanya yang kini telah pergi untuk selama-lamanya.
Sepanjang saya mengenalnya, rasanya baru kali ini saya menyaksikan Dewi menangis dengan histeris seperti ini. Lalu terdengar lagi Dewi berteriak-teriak histeris, “Bangunlah Bayu sayaaang-q….bangun Bayu cinta-q, ayo bangun nak… !”, pintanya berulang-ulang, “Bunda mau mandikan kamu sayang….tolong beri kesempatan Bunda sekali saja Nak….sekali ini saja, Bayu..anak-q… ?” Dewi merintih mengiba-iba sambil kembali membenturkan kepalanya berkali-kali ke tanah lalu ia peluki dan ciumi pusara anaknya bak orang yang sudah hilang ingatan. Air matanya mengalir semakin deras membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Bayu.
Senja semakin senyap, aroma bunga kamboja semakin tercium kuat menusuk hidung membuat seluruh bulu kuduk kami berdiri menyaksikan peristiwa yang menyayat hati ini…tapi apa hendak di kata, nasi sudah menjadi bubur. Bayu tidak pernah mengetahui bagaimana rasanya dimandikan oleh orang tuanya karena mereka merasa bahwa banyak hal yang jauh lebih penting daripada hanya sekedar memandikan seorang anak.
●●● Sumber : Cerita Islami ●●●













